August 27, 2026

Kapolda Sumut : Intelkam Harus Kuat Deteksi Dini Hadapi Dinamika 2026

IMG-20260814-WA0002

Medan, Intipolnews.com – Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto menegaskan fungsi Intelijen Keamanan memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di tengah dinamika sosial, ekonomi, dan politik.

Penegasan itu disampaikan saat membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Fungsi Intelkam Polri TA 2026 di Aula Catur Prasetya Lantai IV Polda Sumut, Rabu (12/8/2026).

Whisnu mengatakan, karakteristik Sumut dengan wilayah luas, masyarakat heterogen, aktivitas ekonomi masif, dan banyaknya objek vital membuat potensi gangguan kamtibmas cukup kompleks.

“Gangguan keamanan tidak terjadi tiba-tiba. Setiap peristiwa umumnya didahului gejala, isu, jaringan, dan momentum yang bisa dipetakan sejak awal,” ujar Whisnu.

Ia mencontohkan aksi unjuk rasa di Kota Medan akhir Agustus 2025. Isu yang awalnya muncul di ruang digital bergeser ke ruang publik dan memicu mobilisasi massa.

Berkat kerja intelijen, Polda Sumut mampu menjaga situasi tetap terkendali. Sumut bahkan menjadi salah satu dari 7 Polda dengan dampak kerusuhan paling minim dibanding wilayah lain.

Selain isu sosial, Whisnu meminta jajaran Intelkam memantau perkembangan ekonomi. Inflasi Sumut pada Juni 2026 tercatat 4,79 persen.

Hal lain yang harus dipetakan: ketersediaan bahan pokok, konflik agraria, sengketa SDA, peredaran narkoba, dan penyakit masyarakat.

“Keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada stabilitas keamanan. Intelijen Polri punya peran penting mendukung program pemerintah,” katanya.

Memasuki Agustus-Oktober 2026, Kapolda meminta kewaspadaan ditingkatkan. Perhatian khusus diberikan pada:

  1. HUT ke-81 RI 17 Agustus 2026 – berdekatan dengan momentum 1 tahun unjuk rasa Agustus 2025
  2. 2 Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto 20 Oktober 2026 – rawan jadi ruang evaluasi publik
  3. Isu daerah – distribusi BBM, harga kebutuhan pokok, dan opini publik terhadap Polri

5 Penekanan Untuk Jajaran Intelkam
Whisnu memberikan arahan agar Intelkam:

  1. Memperkuat deteksi dini dan prediksi situasi
  2. Memetakan isu, aktor, dan jaringan
  3. Melakukan mitigasi cepat dan terukur
  4. Meningkatkan kualitas produk intelijen
  5. Menyampaikan informasi cepat, akurat, objektif, lengkap dengan analisis dan rekomendasi

“Dukung, amankan, dan sukseskan program prioritas pemerintah 2026. Sekaligus jaga kepercayaan publik terhadap Polri melalui penanganan isu secara profesional, transparan, dan terukur,” tegas Whisnu.

Rakernis Fungsi Intelkam Polri TA 2026 mengusung tema: β€œIntelijen Keamanan Polri yang Presisi Siap Mendukung, Mengamankan dan Mensukseskan Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2026”.

Sumber: ( Wartapoldasu.com )